blog-image

Hari terakhir kegiatan uri-uri budaya Mojopahit, Mojotirto Festival 2019 Sabtu (23/3) berlangsung semarak dan spektakuler. Pagi hari, kegiatan diawali dengan 1500 anak dolanan permainan tradisionaldi Jembatan Rejoto yang dibuka Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria yang hadir mewakili Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari. Karena Ning Ita pada saat bersamaan tengah menghadiri Rakomwil IV Apeksi ke-15 di Surabaya.

Dengan didampingi oleh Asisten Administrasi Umum Subambihanto, Kepala Disporabudpar Novi Rahardjo, Kepala Dinas Pendidikan Amin Wachid dan jajaran Kepala OPD, Wawali memberi semangat kepada anak-anak peserta lomba di jembatan Rejoto.

Dolanan permainan tradisional dibagi dua sesi yaitu dolanan massal dan lomba dolanan. Antara lain balap sarung, uncal sarung, damparan watu, klompen bathok dan wenga papua. Ribuan anak riang gembira dan bersenang-senang bersama merayakan festival yang baru pertama digelar ini. Seakan kembali ke masa lalu, tak ketinggalan orang tua dan guru-guru juga bernostalgia dengan permainan tradisional yang ada jauh sebelum tergantikan permainan modern seperti saat ini.

Wawali yang akrab disapa Cak Rizal ini berharap dengan digelarnya dolanan permainan tradisional di Mojotiro Festival ini bisa menghidupkan kembali permainan tradisional di nusantara khususnya di Kota Mojokerto.

Cak Rizal menyampaikan bahwa permainan tradisional penuh dengan filosofi dan makna. “Permainan tradisional dimainkan bersama-sama sebagai simbol kebersamaan, sebagai simbol kegotongroyongan masyarakat,” kata Cak Rizal di hadapan ratusan anak yang berpakaian khas Mojopahit.

Mengakhiri sambutannya Cak Rizal menyampaikan agar para peserta berlomba dengan penuh suka cita dan kegembiraan. Penutup sambutan Cak Rizal membunyikan kitiran yaitu permainan tradisional dari bambu yang didorong oleh angin sehingga berbunyi khas. Dan kitiran dimainkan oleh ribuan peserta dari seluruh SD se-Kota Mojokerto yang hadir pada pagi itu.

Setelah membuka lomba permainan tradisional, Cak Rizal melanjutkan rangkaian Mojotirto Festival 2019 dengan melepas peserta lomba dayung di DAS Sungai Brantas dengan didampingi Kepala Satpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono.

Cak Rizal menyampaikan bahwa melalui momen Mojotirto Festival 2019 ada bentuk keseriusan Pemerintah Kota Mojokerto untuk menggarap wisata air di Kota Mojokerto. Lebih lanjut Cak Rizal menjelaskan bahwa Kota Mojokerto dialiri oleh banyak sungai, dan keberadaan sungai-sungai patut disyukuri oleh semua warga Kota Mojokerto.

“Lomba dayung ini sebagai salah satu bentuk pemanfaatan sungai yang mengalir di Kota Mojokerto. Lomba ini juga untuk mencari bibit atlet air, mengajarkan kecintaan dan mengajak generasi muda untuk bisa menjaga sungai sebagaimana seharusnya. Memperlakukan sungai dengan benar seperti tidak membuang sampah di sungai,” seru Cak Rizal. 

Lomba dayung perahu karet diikuti oleh 27 kelompok yang dibagi menjadi 3 klasifikasi yaitu pelajar SMA, Karang Taruna dan masyarakat umum se-Mojokerto Raya. Acara lomba bercerita juga merupakan rangkaian di Mojotirto Festival yang diselenggarakan di Hutan Kota Pulorejo diikuti siswa-siswi se-Kota Mojokerto.

Mojotirto Festival 2019 dipungkasi oleh penampilan Ludruk Karya Budaya di Jembatan Rejoto pada malam hari. Hiburan rakyat ini menampilkan lakon “Kriwikan Dadi Grojokan”. Acara ini menjadi penutup yang meriah dan menghibur karena dihadiri ribuan warga. (na/kha)