blog-image

Untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia khususnya dalam bidang koperasi, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskouminaker) Kota Mojokerto mengelar pelatihan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi pengurus koperasi se Kota Mojokerto yang dibuka Walikota Mojokerto Ika Puspitasari di Hotel Ayola Sunrise, Selasa (19/2). 
 
Pelaksanaan pelatihan ini merupakan bentuk pelaksanaan Keputusan  Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada 14 Maret 2007 tentang penetapan SKKNI sektor keuangan. Sebagai peserta pelatihan yaitu 45 orang perwakilan dari koperasi yang ada di Kota Mojokerto, dan digelar hingga tiga hari ke depan.
 
   Dalam pengarahannya Walikota Mojokerto, Ning Ita menyampaikan visi Pemerintah Kota Mojokerto adalah mewujudkan Kota Mojokerto yang berdaya saing, mandiri, demokratis, adil makmur, sejahtera, bermartabat. “Untuk meningkatkan daya saing, bagaimana pelaku usaha di bidang jasa koperasi ini mampu menjalankan koperasinya dan meningkatkan daya saingnya dalam pelayanan kepada masyarakat,”ucap Ning Ita.  
 
Lebih lanjut disampaikannya, para peserta pelatihan adalah para penjual jasa pelayanan di bidang keuangan dan untuk bisa menjadi koperasi yang berdaya saing diperlukan sertifikasi pengelolaan koperasi. “Ini adalah salah satu upaya Pemkot untuk memfasilitasi para peserta memperoleh sertifikasi pengelolaan koperasai untuk menuju koperasi yang memiliki daya saing,” kata Ning Ita.
 
Ning Ita menjelaskan, upaya peningkatan kompetensi SDM tidak bisa lepas dari tingkat pengetahuan, keterampilan maupun attitude atau perilaku.  Sertifikasi kompetensi profesi  menjadi salah satu sarana strategis dalam meningkatkan daya saing. "Untuk itu diperlukan partisipasi aktif koperasi di Kota Mojokerto dalam mengembangkan kompetensi kerja beserta seluruh turunannya dalam dinamika  perkembangan teknologi yang berkembang sangat cepat,” paparnya. 
 
Terkait perkembangan teknologi Ning Ita juga menghimbau agar Koperasi tidak tertinggal dengan perkembangan teknologi yang ada. “Kita memasuki era revolusi industri 4.0 dimana kita tidak bisa menghindari tetapi dituntut untuk bisa masuk di era revolusi industri, mengikuti perkembangan teknologi dan diterapkan dalam pelayanan jasa koperasi,”kata Ning Ita. 
 
Mengakhiri pengarahannya, Ning Ita menyampaikan perilaku koperasi sebagai usaha yang bergerak di sektor keuangan yang korelasinya dengan kepercayaan nasabah, bagaimana memberikan kepercayaan anggota terhadap jasa koperasi. " Dengan sertifikasi pengelolaan koperasi bagi para peserta diharapkankan dapat meningkatkan trust terhadap koperasi yang dikelola,”pungkas Ning Ita. (Na/Rr)